JOHANNESBURG,KOMPAS.com-Nelson Mandela menghadiri kampanye terakhir Kongres Nasional Afrika atau ANC hari Minggu (19/4), memberi dukungan kepada partai itu menjelang pemilu Afrika Selatan tanggal 22 April.
ANC hampir dipastikan memenangi pemilu itu, tetapi menghadapi tantangan terbesarnya sejak berkuasa ketika apartheid berakhir tahun 1994.
Mantan presiden Mandela (90) dibawa masuk Stadion Ellis Park di kawasan Soweto, pinggiran Johannesburg, dengan sebuah kereta golf. Ia disambut sorak sorai puluhan ribu pendukung ANC yang berkumpul untuk kampanye terakhir itu.
Mandela yang tampak ringkih dan mengenakan kaus ANC dibantu naik ke panggung oleh ketua partai itu, Jacob Zuma. Kehadiran Mandela pada rapat umum itu akan memberi dorongan bagi ANC beberapa hari menjelang pemilu di mana, menurut para analis, partai berkuasa itu akan kehilangan mayoritas parlementer dua pertiganya.
Zuma, yang diperkirakan akan menjadi presiden Afrika Selatan berikut, mengatakan, Afsel adalah milik warga kulit hitam dan kulit putih saat dia menekankan persatuan rasial menjelang pemilu demokratis keempat bagi Afsel.
”Kami menegaskan kembali bahwa Afrika Selatan milik kita semua, kulit hitam dan kulit putih,” kata ketua ANC itu pada rapat kampanye terakhir, berdampingan dengan Mandela. ”Bekerja sama kita akan menjamin bahwa tidak ada warga Afrika Selatan akan merasa mereka kurang berharga dibanding yang lain karena ras, kebudayaan, atau agama mereka.”
Zuma berusaha mempersatukan negara itu setelah beberapa bulan terakhir ini terjadi perpecahan dalam partainya mengenai kepemimpinannya. Ia juga ingin meyakinkan kepada para pendukung bahwa Partai ANC tetap populer. (Reuters/AFP/DI)
