BANDUNG, KOMPAS.com - Pimpinan 21 partai politik di Kota Bandung memrotes rekapitulasi suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung, Minggu (19/4). Alasannya daftar pemilih tetap atau DPT Kota Bandung berantakan.
"Kami meminta KPU Kota Bandung membatalkan rekapitulasi dan menghitung ulang, sebab banyak warga yang tidak terdaftar dalam DPT," kata Safrudin, Ketua DPC PNI Marhaenisme Kota Bandung.
Untuk menunjukkan komitmen tersebut, perwakilan 21 parpol melakukan walk out dari ruang rapat pleno. Ketua KPU Bandung Heri Sapari menyatakan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. "Bila memang tidak puas dengan keputusan itu, silakan mengajukan gugatan hukum," katanya.
