PANGKALPINANG-KOMPAS.com - Sejumlah siswa di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mulai cemas menghadapi ujian nasional (UN) yang dilaksanakan, Senin (20/4). "Jauh hari saya sudah mempersiapkan diri menghadapi UN, tetapi tetap saja dihantui rasa kecemasan karena ini bagian dari penentuan masa depan saya," ujar Luhur Hamba Dewi, seorang siswa tingkat SLTA di Pangkalpinang, Sabtu (18/4).
Namun, katanya, dirinya tetap berupaya untuk bisa lulus dengan menghilangkan rasa cemas dan terus mempersiapkan diri menjelang hari H-nya. "Saya harus menghilangkan rasa cemas itu, karena akan berdampak terhadap konsentrasi saya dalam menjawab soal nantinya," ujarnya dan menyebutkan hasil tryout-nya (uji coba ujian) cukup bagus.
Rasa cemas menjelang UN juga dirasakan, Hendro, siswa tingkat SLTA yang lainnya. Hendro mengaku dadanya mulai berdebar karena takut tidak lulus unas. "Bayangan tidak lulus UN selalu menghantui diri saya, sehingga muncul rasa cemas. Namun saya mengambil sisi positifnya yaitu dapat memacu semangat untuk belajar dan menjawab soal dengan baik dan benar," ujarnya.
Sementara Dian, siswa yang lainnya, mengatakan, dalam beberapa hari ini selera makannya mulai hilang karena selalu memikirkan UN yang sudah berada di depan mata dan harus dijalaninya. "Selera makan saya mulai hilang, mungkin karena rasa cemas memikirkan UN yang sudah dekat. Namun saya terus berupaya dan berdoa kepadaNya semoga lulus, karena saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
