Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 06:36 WIB
Mobil Tabrak Pohon, 9 Mahasiswa Tewas
| Jumat, 17 April 2009 | 04:04 WIB
|
Share:

MALANG, KOMPAS.com - Sembilan mahasiswa tewas gara-gara mobil yang mereka tumpangi menabrak pohon di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (16/4) sekitar pukul 00.10.

Kecelakaan diduga terjadi karena ban belakang sebelah kiri mobil Daihatsu Taruna bernomor polisi DK 1070 XB yang mereka tumpangi pecah.

Sembilan korban tewas itu adalah Anang Kosim (24, mahasiswa Manajemen Universitas Islam Malang), Rois Sudin (25, mahasiswa Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang), Firdaus Sastra (Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang), Imron Rosadi (20, mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang), Maretha Medani Chryza (25, mahasiswa Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya), Ririn Erniati (22, mahasiswa FISIP Universitas Merdeka Malang), Dwi Rani Rosmaya (25, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang), Meutia Sony Agustin (24, Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang), dan Nia Ifada (25, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang).

Kesembilan korban itu langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk divisum.

Kecelakaan terjadi di Jalan Panglima Sudirman, sekitar 200 meter setelah Balaikota Batu. Mobil yang dikemudikan Anang Kosim itu melaju dari arah Songgoriti ke Malang.

Ocha, teman korban, Meutia, menyebutkan, kesembilan mahasiswa itu sedang dalam perjalanan pulang setelah merayakan ulang tahun rekan mereka di kawasan Songgoriti. ”Sebagian korban ada yang teman satu kos, ada pula yang kenalan masing-masing korban,” katanya.

Di antara mereka yang teman satu kos adalah Ririn, Nia, Meutia, dan Dwi Rani. ”Saya mengecek ke tempat kos sekitar pukul 08.00. Kok, mereka tidak ada? Biasanya mereka tidak pernah pergi sampai tidak pulang. Ternyata mereka kecelakaan,” tutur M Wibowo, pemilik tempat kos keempat mahasiswa itu.

Pecah ban

Kepala Kepolisian Resor Kota Batu Ajun Komisaris Besar Tejo Wijanarko mengatakan, kecelakaan itu diduga terjadi karena dua hal. Pertama karena kelebihan muatan, mobil yang seharusnya berisi enam orang diisi sembilan orang. Kedua karena ban belakang mobil sebelah kiri sudah menipis dan pecah.

”Kondisi jalan naik-turun. Kemungkinan, setelah menanjak, saat turun lagi ban yang sudah tipis itu pecah. Karena kecepatan kendaraan tinggi, mobil oleng ke kiri, kemudian menabrak trotoar dan pohon,” ujar Tejo.

Tejo menambahkan, visum telah dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan alkohol di dalam tubuh mereka. Hasilnya diketahui Jumat ini.

Sejak dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang, satu per satu orangtua, kerabat, dan teman- teman korban datang. Hujan tangis pecah ketika mereka mengetahui bahwa korban adalah orang yang mereka kenal.(DIA/ODY)

Sumber :
Kompas Cetak