PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Wakil Bupati Gunung Mas, Arton S Dohong, di Palangkaraya, Rabu (15/4), menuturkan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas saat ini menjajagi pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Besok Bupati akan ke Kementerian ESDM untuk membicarakan hal ini, karena harapannya tahun 2009 PLTU ini sudah mulai dibangun," kata Arton, ditemui di sela Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Rencana Pembangunan Provinsi Kalteng.
Arton menuturkan, Pemkab Gunung Mas sudah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar dalam perubahan anggaran tahun 2009 untuk sharing modal PLTU yang direncanakan berkapasitas 2 x 3 megawatt (MW) tersebut.
PLTU tersebut nantinya akan menyediakan listrik bagi warga di Kuala Kurun (ibu kota Kabupaten Gunung Mas), Kecamatan Tewah, Mihing Raya, dan Sepang. PLTU dengan luas areal antara 5-10 hektar tersebut rencananya dibangun di dekat muara tambang, lokasi tambang di sekitar Kuala Kurun.
"Areal batu bara seluas 5.000 hektar di sana sampai saat ini belum digali, karena memang dicadangkan oleh pemda untuk memenuhi kebutuhan listrik setempat. Deposit batu bara di sana untuk kebutuhan 30 tahun pun mencukupi," kata Arton.
"Total biaya untuk pembangunan PLTU di Gunung Mas sekitar Rp 50 miliar. Kami harapkan tahun 2011 PLTU tersebut sudah operasional. Sebab selama ini dengan PLTD berkekuatan 2 MW yang ada, tiap harinya listrik masih padam di siang hari, sehingga dalam sehari cuma nyala 12 jam," tambahnya.


