JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tahun ini, penyelenggara UASBN tingkat Pusat dan Daerah telah menyiapkan bahan master naskah soal ujian sebagai paket Standar Kompetensi Kelulusan Tahun Ajaran 2008/2009 ini. Hal itu dikatakan oleh Burhanudin Tolla, Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Gedung Depdiknas, Jakarta, Rabu siang ini (15/4).
Menurut Burhanuddin, penyelenggara tingkat pusat menyiapkan 25 persen butir soal. Persiapan dilakukan dengan mengindentifikasi dan memilah-milih butir-butir soal dari bank soal nasional sesuai kisi-kisi soal UASBN Tahun Pelajaran 2008/2009.
"Sedangkan penyelenggara UASBN tingkat Daerah Provinsi membuat 75 persen butir soal dan merakit master naskah soal yang juga berdasarkan kisi-kisi soal," terang Burhanudin. Burhanudin menambahkan, soal ujian yang berasal dari daerah disusun oleh guru-guru di tingkat kabupaten atau kota, yang telah mendapatkan pengalaman dan pelatihan penulisan soal dari Pusat Pendidikan Nasional.
"Jadi, setiap paket soal UASBN terdiri dari 25 persen soal yang telah ditetapkan oleh BNSP dan berlaku secara nasional, serta 75 persen soal yang telah ditetapkan oleh Penyelenggara UASBN tingkat Provinsi berdasarkan kisi-kisi yang sesuai ketetapan BNSP," tambah Burhanudin. "Berlaku secara nasional bukan cuma Jakarta lho, jangan salah artikan, ya?" tambahnya.
Burhanudin berharap, selain demi menjaga soal ujian dari nilai kebocoran, pembuatan master soal melalui penyusunan kisi-kisi UASBN tahun ini dilakukan untuk mewujudkan Standar Nasional Kelulusan (NSP) yang lebih baik. "Soal ujian di setiap provinsi akan berbeda semisal antara di Aceh dan di Jawa, tetapi tidak tertutup kemungkinan ada kesamaaan meski hanya sekitar 5 sampai 10 persen," kata Burhanudin.
