JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan 22 partai politik untuk membahas pembentukan tim advokasi pelanggaran pemilu memiliki potensi menjadi suatu bentuk koalisi. Suara dalam forum partai-partai kecil yang berkumpul itu mewakili 22 persen suara nasional dan besar kemungkinan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.
"Cukup punya potensi ke arah sana (koalisi 22 partai) karena kita masih melihat perkembangan dari hari ke hari, kita cari yang terbaik untuk rakyat dan bangsa ini," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai pertemuan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/4) malam.
Sementara menyinggung soal pencapresan dirinya dalam forum itu, ia tak membantah meski mengakui belum ada kesepakatan resmi mengenai hak itu. "Saya kira forum ini cukup punya potensi, tapi memang masih belum ada komitmen bersama. Yang jelas apa saja yang akan terjadi, hanya untuk kepentingan bangsa dan negara ini," tegasnya.
Forum lintas partai ini akan membentuk tim advokasi dan tim pencari fakta untuk mengumpulkan fakta-fakta pelanggaran pemilu yang dapat diperkarakan. Partai yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Partai Karya Perjuangan (PKP), Partai Pelopor, Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Indonesia Bersatu (PIB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Republikan, Partai Bintang Reformasi (PBR), dan Partai Buruh.

