BATU, KOMPAS.com — Enam gadis asal Pujon, Kepanjen, dan Kota Batu menjadi korban perdagangan manusia yang akan dipekerjakan sebagai PSK. Mereka adalah As (23) dan Sw (24), warga Temas Batu; Sm (21), warga Kepanjen; serta Um, Ra, dan Rp masing-masing berusia 14 tahun asal Pujon.
Beruntung keenam korban bisa diselamatkan Polres Batu ketika mereka akan dibawa dari Batu menuju bandara untuk diterbangkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Saat diminta turun dari mobil, para korban terlihat bingung. Mereka tak tahu mengapa diperiksa polisi karena niat mereka ke Palangkaraya untuk bekerja sebagai karyawan restoran. “Mereka dijanjikan gaji yang cukup besar sebagai pegawai restoran, makanya tertarik. Apalagi, keluarga korban juga dipinjami uang sebelum para korban diterbangkan ke Palangkaraya,” ungkap AKP Decky Hermansyah, Kasat Reskrim Polres Batu, Senin (30/3).
Saat memeriksa enam korban tersebut, Polres Batu berhasil menangkap dua orang pelaku yang menjadi penyedia para gadis di Batu dan Pujon untuk dipekerjakan di lokalisasi Palangkaraya.
Mereka adalah Susilowati (32), warga Ngajum, Kecamatan Ngantang, yang berprofesi sebagai penghubung, serta Suhanna (34), warga Waturejo, Ngantang, sebagai penyedia. Sedangkan kurirnya DM, hingga saat ini masih buron. “Setiap gadis yang saya dapat, saya diberi imbalan Rp 100.000 per gadis. Biasanya mereka saya inapkan dulu di rumah saya sebelum dibawa ke Palangkaraya,” kata Suhanna.st11
