PADANG, KOMPAS.com — Budi daya ikan di keramba belum layak dimulai lagi di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pascakematian massal belasan ribu ton ikan pada Januari. Kualitas air di danau itu masih di bawah ambang batas normal yang layak untuk memelihara ikan.
Pekan lalu 100 ton ikan nila dan majalaya di keramba danau tersebut mati. Camat Tanjung Raya Kurniawan Syahputra, Minggu (29/3), mengatakan, ikan yang mati itu baru saja ditabur oleh masyarakat.
"Sebagian masyarakat tidak sabar untuk menunda berkeramba lagi. Padahal, kualitas air masih buruk. Akibatnya, ketika ada angin yang kembali mengaduk air danau, ikan yang baru ditabur itu kekurangan oksigen dan akhirnya mati," papar Kurniawan.
Kurniawan belum bisa memastikan waktu jeda berkeramba yang dibutuhkan di Maninjau. Budi daya ikan di keramba bisa dimulai kembali bila kualitas air sudah memadai untuk usaha perikanan ini. Sebagai upaya pencegahan, Kurniawan sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat di sekitar danau untuk menunda proses pemeliharaan di keramba sampai kualitas air layak untuk hidup ikan.

