Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 07:28 WIB
Budi Daya Ikan di Keramba Belum Layak Dimulai di Maninjau
Agnes Rita Sulistyawaty | Minggu, 29 Maret 2009 | 11:44 WIB
|
Share:

Kompas/Agnes Rita Sulistyawaty
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat dan Kabupaten Agam memperkirakan hingga Rabu (7/1), 13.413 ton ikan mati di sekeliling Danau Maninjau. Kematian ikan yang terjadi sejak sepekan lalu menyebabkan kerugian tidak kurang dari Rp 134 miliar. Sebagian besar bangkai ikan masih berserak di keramba atau di sekeliling danau.

TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com — Budi daya ikan di keramba belum layak dimulai lagi di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pascakematian massal belasan ribu ton ikan pada Januari. Kualitas air di danau itu masih di bawah ambang batas normal yang layak untuk memelihara ikan.

Pekan lalu 100 ton ikan nila dan majalaya di keramba danau tersebut mati. Camat Tanjung Raya Kurniawan Syahputra, Minggu (29/3), mengatakan, ikan yang mati itu baru saja ditabur oleh masyarakat.

"Sebagian masyarakat tidak sabar untuk menunda berkeramba lagi. Padahal, kualitas air masih buruk. Akibatnya, ketika ada angin yang kembali mengaduk air danau, ikan yang baru ditabur itu kekurangan oksigen dan akhirnya mati," papar Kurniawan.

Kurniawan belum bisa memastikan waktu jeda berkeramba yang dibutuhkan di Maninjau. Budi daya ikan di keramba bisa dimulai kembali bila kualitas air sudah memadai untuk usaha perikanan ini. Sebagai upaya pencegahan, Kurniawan sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat di sekitar danau untuk menunda proses pemeliharaan di keramba sampai kualitas air layak untuk hidup ikan.