JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari kedua pascabencana banjir bandang Situ Gintung di Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan dan menampung air bersih untuk para korban, Sabtu (28/3). Penyediaan dan penampungan air ini dilakukan PMI dengan menyediakan kantung air berkapasitas 10.000 liter air dan membuat 8 keran air di lokasi bencana.
“Kantung air dan keran air ini kami tempatkan di lapangan basket dekat pintu masuk STIE Ahmad Dahlan. Penyediaan air ini kami berikan jika warga maupun tim relawan ingin melakukan kegiatan bersih-bersih,” kata Ersan, Kepala Tim Water and Sanitation (Watsan) PMI, dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com.
Untuk keperluan air bersih bagi para korban, PMI menurunkan 13 personel tim Watsan dan memobilisasi 1 unit kendaraan tangki air untuk mengambil kebutuhan air dari tangki di Universitas Islam Negeri (UIN). “Untuk mengantisipasi kurangnya air bersih, kami berencana bekerja sama dengan Perusahaan Air Minum (PAM) Pondok Indah untuk meminta bantuan air bersih,” ujar Koordinator Lapangan Operasi Tanggap Darurat PMI Kristiansyah.
Tidak hanya untuk para korban, kebutuhan air bersih ini juga untuk mendukung pelayanan dapur umum PMI di lokasi bencana.
Sementara itu, hingga saat ini PMI terus membantu proses evakuasi korban bencana. Pada hari kedua, PMI memobilisasi 1 unit truk mini dan 1 unit excavator mini untuk membantu membersihkan reruntuhan akibat dampak banjir di lokasi bencana.
“Sejak Jumat malam bantuan truk mini dan excavator mini sudah kami datangkan untuk membantu memulihkan lokasi bencana dari reruntuhan puing akibat banjir,” kata Kristiansyah.
Hingga kemarin, data asesmen PMI menyebutkan, para korban bencana hingga kini membutuhkan sejumlah bantuan, yaitu pakaian dalam, pembalut, matras, selimut, perlengkapan mandi, cangkul, dan makanan siap saji. (*)


