Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 07:13 WIB
KRI Diponegoro, dari Belawan Menuju Lebanon
Abdi Susanto | Rabu, 25 Maret 2009 | 22:57 WIB
|
Share:
DHONI SETIAWAN
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (kiri) memeriksa kesiapan para awak KRI Diponegoro-365 yang akan menjadi Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-A/UNIFIL 2009 di Pelabuhan Kolinlamil Angkatan Laut, Jakarta Utara, Jumat (20/3). Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan armada kapal perangnya untuk bergabung dengan Satgas Maritime Task Force (MTF) di Lebanon Selatan.
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-365 sebagai Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-A meninggalkan Pelabuhan Belawan, Medan, menuju Lebanon untuk bergabung dalam Satgas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, di Jakarta, mengatakan, setelah meninggalkan Indonesia, KRI Diponegoro akan singgah di Kochin, India.

KRI Dipononegoro-365 akan singgah di beberapa pelabuhan di beberapa negara, seperti Cochin (India), Salalah (Oman), Port Said (Mesir), dan Beirut (Lebanon) dengan keseluruhan jarak tempuh mencapai 6.555 mil laut.

UNIFIL saat ini memiliki kekuatan pasukan berkisar 13.000 personel, yang terdiri atas pasukan darat dan pasukan laut.

Pasukan darat terdiri atas dua sektor, yaitu sektor barat dan timur. Pasukan darat dan laut tetap di bawah kendali dari Force Commander UNIFIL yang saat ini dijabat Mayjen Claudio Graziano dari Italia.

Di Lebanon, KRI Diponegoro akan bergabung dalam Satuan Tugas Maritim (Maritime Task Force/MTF) UNIFIL dibawah Comander Task Force (CTF 448) di mana beberapa negara telah mengirimkan kapal perangnya, seperti Perancis, Turki, Yunani, Italia, Belgia, Spanyol, dan Jerman.

Satgas Maritim TNI Konga XXVIII dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Aan Kurnia dan Komandan KRI Diponegoro-365 adalah Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah.

Rencananya, KRI Diponegoro akan melaksanakan tugasnya selama enam bulan hingga Oktober 2009 dan jika dianggap berhasil akan melanjutkan misinya dengan kapal kedua.