Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:43 WIB
Pemerintah Gandeng Medco dan Lapindo Pasok Gas RT
Erlangga Djumena | Senin, 23 Maret 2009 | 14:07 WIB
|
Share:

KOMPAS/BM LUKITA GRAHADYARINI
Petugas memeriksa pipa gas di Stasiun Kompresor Gas PT Perusahaan Gas Negara di Desa Pagardewa, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (3/12). Penyaluran gas dari pipa gas Sumatera Selatan-Jawa Barat dari Pagardewa saat ini berkisar 300 juta MMSCFD.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah gandeng Medco E&P Indonesia dan Lapindo Brantas Inc bekerja sama memasok gas bumi untuk sekitar 7.400 rumah tangga di Kota Palembang dan Surabaya.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dilakukan di Gedung Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (23/3), disaksikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Dirjen Migas ESDM Evita Legowo, Kepala BP Migas R Priyono, dan Kepala BPH Tubagus Haryono.

Kesepakatan itu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) PT Medco memasok gas hingga 1 MMSCFD (juta kaki kubik) untuk 4.200 rumah tangga, dan Lapindo Brantas memasok 2 juta kaki kubik untuk 3.200 rumah tangga di Surabaya.

Dirjen Migas Evita Legowo mengatakan, penyediaan jaringan distribusi gas di dua kota tersebut dibangun dengan dana anggaran DIPA Ditjen Migas tahun 2009, yang diharapkan mulai mengalir Desember tahun ini. "Program penyediaan gas untuk rumah tangga kota menjadi prioritas nasional tahun 2009 yang sudah disusun hingga sampai dengan tahun 2014," katanya.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2010, pemerintah akan membangun jaringan gas kota di Bekasi, Depok, Tarakan (Kalimantan Timur), serta di rumah susun Jabodetabek dan Jambi.

Ia menjelaskan, pasokan gas rumah tangga di sejumlah wilayah tidak hanya dilakukan di daerah penghasil gas, tetapi juga wilayah yang dilalui jaringan transmisi pipa gas. "Program pasokan gas untuk rumah tangga ini merupakan yang pertama difasilitasi anggaran APBN," tegas Evita.

Menurutnya, program ini sudah sesuai peraturan, seperti UU Migas No 22 Tahun 2001, termasuk telah mendapat persetujuan dari DPR.

Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kerja sama penyediaan gas kota ini untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi secara mandiri dan mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) khususnya mintak tanah. "Bisa saja program kerja sama pasokan gas rumah tangga ini disebut sebagai bagian dari domestic market obligation (DMO) gas karena di dalamnya tidak ada unsur paksaan," kata Purnomo.
    
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, sejak tujuh tahun lalu, pasokan untuk gas rumah tangga sudah mulai dilakukan. Namun, jumlahnya masih sangat terbatas. "Kami berharap kerja sama ini tidak sekadar pilot project, tetapi dapat memenuhi lebih dari 50 persen masyarakat Palembang dapat menikmati gas rumah tangga," katanya.
     
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Bambang DH menjelaskan, jaringan gas di wilayah itu sudah ada. Namun, umumnya dipasok kepada industri dan perusahaan jasa seperti perhotelan. "Kalau pasokan gas untuk rumah tangga dapat terwujud maka masyarakat akan diuntungkan karena harga penggunaan per bulan sangat murah," kata Bambang.

Sumber :
Ant