Sabtu, 2 Agustus 2014

News / Regional

Percobaan Kimia Jadi Mudah, Murah, dan Sederhana

Jumat, 20 Maret 2009 | 10:41 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Emmy Irianingsih kini punya wawasan baru soal percobaan kimia. Menurut guru SMA Negeri 3 Semarang ini, cara pembelajaran untuk siswa kini jadi makin mudah, murah, dan sederhana. Kalau dulu dirinya harus menggunakan tabung reaksi dan pipet untuk memaparkan soal percobaan kimia, kini perlengkapan itu bisa digantikan oleh kantung plastik bening dan tusuk gigi.

Pencerahan itu diperoleh Emmy beserta 150 rekan guru lainnya dalam workshop bertajuk "Peningkatan Kompetensi Guru IPA dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Laboratorium, serta Peningkatan Kecerdasan Matematika". Seluruh guru peserta yang hadir merupakan perwakilan dari 32 provinsi di seluruh Indonesia. Acara ini diadakan Indosat pada 17-20 Maret 2009 di Padang, Sumatera Barat.

Hadir antara lain Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Dr Fasli Djalal, PhD, Koordinator Laboratorium Dasar Univiversitas Bung Hatta Yunazar Manjang, pakar kimia ITB Prof Dr Sjamsul Arifin Achmad, Rektor Universitas Andalas Prof Dr Musliar Kasim, dan Head of Padang Indosat Irwansyah.

Sejak pertama dilaksanakan tiga tahun lalu, tidak kurang dari 540 guru telah mengikuti program ini. Mulai tahun ini program tersebut dapat diikuti guru-guru dari 32 provinsi. Pada program kali ini sudah mulai dikembangkan materi audio visual dari kegiatan di laboratorium agar dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah lain di Nusantara.

Pelaksanaan program ini dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain pembekalan materi dan pelaksanaan praktik langsung di laboratorium fisika, kimia, biologi, dan matematika. Diharapkan di akhir rangkaian kegiatan yang memasuki tahap ke VI (enam) ini, program pelatihan IPA dan Matematika ini dapat menghasilkan modul praktik laboratorium yang lebih menarik bagi siswa SMU. 


Editor :