BANDUNG, KOMPAS.com — Sampel yang diambil dari bangkai ayam mati mendadak di RW 9 Desa dan Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, oleh petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan, Rabu (18/3), ternyata positif flu burung. Saat diperiksa pukul 15.30, hasil rapid test menunjukkan hasil negatif yang berarti ayam itu menderita tetelo.
Cecep Hendriyadi, petugas Partisipatory Disease Surveillance Respondent, waktu itu berujar bahwa penyebab kematian adalah tetelo yang ganas. Namun, tidak lama berselang ternyata hasil rapid test positif.
Salah seorang warga, Deni Kustiwa, Kamis, mengatakan, pagi ini kembali ditemukan satu ekor ayam yang mati mendadak. Selain itu, ada salah seorang warga bernama Jajang Wijaya yang menderita gejala seperti flu burung seperti panas dan batuk-batuk.
Hingga berita diturunkan, tim dari Community-based & Integrated Research of Avian Influenza (CIRAI) menyisir wilayah di sekitar ayam mati mendadak ditemukan. Tim tersebut dibagi dua, yaitu menyisir sampel hewan dan menyurvei warga.
