JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, ekspor beras khusus baru akan dilakukan setelah panen raya. "Puncak panen raya diperkirakan bulan Mei," kata Mustafa di Jakarta, Rabu (18/3).
Ia mengatakan, ekspor beras khusus yang merupakan beras dengan kualitas tinggi tersebut tergantung dengan hasil panen raya rendeng yang puncaknya terjadi pada Mei.
Menurut Mustafa, beras-beras kualitas baik tersebut akan diekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
Ia menambakan, pihaknya telah melakukan identifikasi dan akan mengambil beras kualitas baik dari sentra beras di Sragen, Ngawi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Sidrap-Sulawesi Selatan. "Masing-masing daerah atau suplier tentu kita bagi kuotanya sesuai kemampuan produksi," ujar dia.
Dari pengajuan ekspor beras sebanyak 266.000 ton beras khusus ke pemerintah, Bulog telah mendapat izin untuk bisa mengekspor 100.000 ton beras. "Ini akan menjadi ice breaking bagi kita karena kita selama ini jadi negara pengimpor beras, bahkan pernah menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia," tambah Mustafa.
Namun, sekali lagi, ia menegaskan, ekspor beras khusus tahun ini sangat tergantung pada hasil panen 2009. Apabila hasilnya tidak baik, ia mengatakan, Bulog tidak akan mengekspor beras.
Target pengadaan beras pemerintah pada 2009 mencapai 40 juta ton, dengan gabah kering mencapai 63 juta ton. Adapun target pengadaan beras Bulog sendiri 3,8 juta ton.
