KOMPAS
Jumat, 19 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
KPPS Harus Sensitif Hadapi Penyandang Cacat
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Selasa, 17 Maret 2009 | 16:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari pengalaman Pemilu 2004 dan pilkada, Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinilai masih kurang sensitif dan cekatan untuk membantu para penyandang cacat yang datang untuk memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) Ariani mengungkapkan banyak keluhan dari para penyandang cacat di daerah yang "dicuekin oleh petugas KPPS ketika datang ke TPS. 

"Waktu itu, contohnya ada teman pengguna kursi roda yang terpaksa nyoblos di luar TPS karena TPSnya diletakkan di ruang yang cuma bisa diakses melalui tangga. Waktu mereka datang ke TPS malah dikasih duit," ujar Ariani tertawa miris karena petugas KPPS menilai rekan-rekannya sebagai pengemis. 

"Di Lembang juga, TPS ditempatkan di tempat yang agak menanjak," lanjut Ariani. 

Oleh karena itu, Ariani meminta petugas KPPS untuk makin peduli dan peka terhadap para pemilih yang merupakan penyandang cacat, termasuk pemilih tuna rungu yang membutuhkan pemberitahuan khusus ketika tiba gilirannya untuk memilih dan pemilih tuna grahita yang membutuhkan pendampingan khusus.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.