Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:21 WIB
Jumlah Calon Sulitkan Pemilih Tunanetra
Caroline Damanik | Selasa, 17 Maret 2009 | 14:57 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Anggota KPU yang juga Ketua Pokja Pemungutan Suara, Andi Nurpati, Selasa (17/2), menunjukkan alat bantu pemilih tunanetra di Kantornya, Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) yang banyak ternyata menimbulkan kesulitan tersendiri bagi para pemilih tunanetra. Pasalnya, banyaknya jumlah calon membuat surat suara berukuran besar dan pemilih tunanetra harus membaca lebih lama surat suara dengan huruf Braille ketika berada di dalam bilik suara.

Anggota Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) Ariani mengatakan, tunanetra memang cukup biasa memakai template Braille untuk membaca. "Namun, ukuran template yang begitu besar menjadi kesulitan tersendiri bagi tunanetra. Rada lama jadinya. Sebenarnya, kalau memakai template sendiri, kami tidak susah, tapi karena besarnya itu yang buat susah," ujar Ariani di sela-sela keterangan pers di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (17/3).

Ariani mengatakan, penggunaan template surat suara berukuran besar untuk memilih caleg DPD RI saja sebenarnya sudah cukup merepotkan pemilih tunanetra. Padahal, jumlah caleg DPD RI per dapil hanya puluhan orang, apalagi jika menerapkan metode yang sama untuk memilih caleg DPR RI dan DPD RI dengan sistem politik yang sekarang. Alasannya, caleg DPR RI dan DPRD dalam satu surat suara mencapai ratusan orang sehingga sulit untuk dibuatkan template dalam tulisan Braille. Tentunya juga butuh waktu lama untuk mereka yang membaca dengan ujung jemari.