Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 07:20 WIB
Empat Perjalanan KA Terlambat Hingga Tujuh Jam
Aloysius Budi Kurniawan | Minggu, 15 Maret 2009 | 20:24 WIB
|
Share:

 

SURABAYA, KOMPAS.com - Peristiwa anjloknya lokomotif F di kilometer 30+400 antara Stasiun Kalibodri dan Weleri mengganggu perjalanan empat kereta jurusan Jakarta-Surabaya. Akibatnya, keterlambatan kedatangan kereta dari Jakarta ke Surabaya mencapai enam hingga tujuh jam.

Empat kereta api (KA) yang tertahan akibat anjloknya lokomotif F (lokomotif yang tak membawa gerbong) adalah KA Sembrani, KA Gumarang, KA Argo Anggrek, dan KA Kertajaya. Keempat kereta tersebut akhirnya terlambat datang ke Surabaya hingga tujuh jam.

Perjalanan kereta terganggu karena proses evakuasi lokomotif F berlangsung lama. Setelah anjlok pada dini hari, evakuasi baru berhasil dilakukan sekitar pukul 06.00 pagi, tutur Kepala Hum as PT Kereta Api Daerah Operasi VIII Surabaya Sugeng Priyono, Minggu (15/3) di Surabaya.

Lambatnya proses evakuasi lokomotif F terjadi karena seluruh roda lokomotif anjlok. Enam as yang terdiri dari 12 roda keluar rel semuanya. "Karena seluruh roda lokomotif keluar rel, maka dibutuhkan alat berat berupa crane yang harus didatangkan dari Cirebon," jelas Sugeng.

Menurut Sugeng, berdasarkan prediksi sementara, peristiwa keluarnya roda lokomotif F dari jalur rel disebabkan terjadinya gangguan roda atau trak si motor. Lokomotif yang sedang berjalan di sekitar wilayah Kendal tersebut akhirnya anjlok dari ruas rel.

Suharno (45), salah seorang penumpang KA Gumarang yang berangkat dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Pasar Turi mengaku harus menunggu hingga lebih dari enam jam karena KA terlambat tiba ke Surabaya. Hal serupa diakui beberapa penumpang lainnya.

Antisipasi medan

Di tengah tingginya curah hujan, PT KA Daerah Operasi VII Surabaya melakukan sejumlah antisipasi medan lintasan KA dengan melebarkan g orong-gorong irigasi, pembangunan talud, serta pemasangan patok besi. Pelebaran saluran air dilakukan di daerah Stasiun Kandangan, Benowo, Surabaya dan wilayah Blitar.

Sedangkan pemasangan talud juga dilaksanakan di antara Stasiun Stasiun Wonokerto-Lawang, Pas uruan, Babat-Bowerno serta, Bojonegoro, serta Karangkates, Blitar. Di antara Stasiun Bowerno-Babat dipasang patok besi untuk mencegah terjadinya erosi saat hujan tiba.