JAKARTA, KOMPAS.com — Panen raya padi yang terjadi saat musim hujan mengakibatkan kualitas gabah petani buruk sehingga harganya menjadi turun. Pemerintah harus melihat hal ini sebagai situasi darurat dan harus membeli gabah hasil panen petani.
Pemerintah, menurut guru besar Sosial Ekonomi dan Industri Universitas Gadjah Mada, M Maksum, tidak bisa tinggal diam dengan situasi yang dihadapi petani padi saat ini. Pemerintah harus membeli gabah hasil panen petani meski dengan risiko merugi. ”Pemerintah turut mengambil manfaat dari kerja keras petani mencapai swasembada beras 2008,” ujarnya, Rabu (11/3) saat dihubungi di Yogyakarta.
Maksum mengakui, pemerintah bisa berkelit dengan menyatakan bahwa tidak ada paksaan bagi petani untuk menanam padi. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. ”Namun, dalam konteks swasembada beras, pilihan menanam padi merupakan program ketahanan pangan pemerintah. Karena itu, pemerintah tidak bisa lepas tangan,” tuturnya.
Apalagi, pada 15 Januari 2009, Menteri Pertanian Anton Apriyantono telah menandatangani Permentan Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pedoman Harga Pembelian Gabah di Luar Kualitas oleh Pemerintah.
Dalam Permentan disebutkan, harga gabah kering panen dengan kadar air maksimal 30 persen dan kadar hampa maksimal 15 persen dipatok Rp 2.160 per kilogram. Namun, di lapangan banyak gabah petani yang tidak bisa terakomodasi dalam standar kualitas tersebut sehingga gabah petani dengan kualitas buruk tidak terserap.
Menanggapi tidak terserapnya gabah petani tersebut, Mentan menyatakan, itu isu yang disebarkan agar harga pembelian gabah petani lebih rendah. ”Isu panen buruk itu terjadi setiap tahun. Isu itu tidak sepenuhnya benar, hanya terjadi pada sebagian kecil,” ujar Anton seusai pembukaan Agrinex Expo 2009.
Namun, kata Anton, pemerintah mengupayakan perbaikan kualitas panen melalui bimbingan kepada petani, selain memperluas program pembagian terpal kepada petani untuk membantu proses pengeringan gabah. ”Bulog juga lebih mengaktifkan unit pengeringannya untuk membantu petani,” kata Men
