Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 06:29 WIB
Bocah Idiot Dibuang dalam Kardus
| Sabtu, 7 Maret 2009 | 08:50 WIB
|
Share:

TPGIMAGES
ilustrasi

PONOROGO, JUMAT — Seorang bocah laki-laki usia sekitar 7 tahun yang terbungkus dalam kardus bekas televisi berukuran 1 x 1 meter menggegerkan warga Desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/3) sekitar pukul 05.00.

Diduga anak yang mengalami keterbelakangan mental ini dibuang orangtuanya lantaran mereka tak mampu membiayai perawatannya.

Penemuan anak dalam kardus bekas televisi itu pertama kali ditemukan di pinggir jalan Desa Mangunsuman, Kecamatan Siman, oleh warga setempat, Subandi (47). Saat pertama melihat kardus di pinggir jalan, dia mengira kardus itu sengaja dibuang pemiliknya karena tidak terpakai. Alangkah terkejutnya, saat kardus tersebut hendak diambilnya, ternyata di dalam ada anak yang hanya ditutup dengan sebuah jaket.

Kedua kaki anak itu tampak memar besar. Dia hanya menggunakan baju dan celana yang sangat lusuh. Hal itu memperkuat dugaan, pembuangan anak ini karena orangtuanya tak mampu lagi merawat anak itu. Di dalam kardus itu juga ditemukan sejumlah pakaian yang kemungkinan besar milik anak itu.

Saat ditemukan kondisi anak ini sangat lemah. Dia juga tak dapat diajak berbicara sama sekali. “Karena ada anak di dalamnya, langsung kami bawa ke rumah Mbah Kadeni untuk dilaporkan ke polisi,” terang Subandi kepada Surya, Jumat (6/3). Warga dan polisi kesulitan untuk mengetahui siapa nama dan asal anak tersebut. Saat ditanya berkali-kali anak ini hanya merengek dan menangis.

Kapolsek Siman AKP Suwoyo menegaskan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Siman untuk mendapatkan pertolongan. Namun, akhirnya korban dilarikan ke RSUD Dr Hardjono S, Kabupaten Ponorogo, untuk mendapatkan perawatan yang memadai. “Sampai saat ini kami masih menyelidiki untuk mencari tahu siapa orangtua yang tega membuang anak tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang tim medis yang menangani korban di ruang anak RSUD Dr Hardjono S Ponorogo, Budiyarti, menegaskan, meski secara fisik anak tersebut mengalami cacat, tetapi secara medis bocah tersebut tergolong sebagai anak yang sehat. Hanya saja, dia harus mendapatkan perawatan intensif guna mengembalikan kesehatannya. Hal itu membutuhkan waktu cukup lama lantaran harus dirawat secara bertahap. st14

Sumber :
Surya