BANDUNG, RABU — Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI mengapresiasi terobosan di Jawa Barat yang menjadikan pendidikan lingkungan hidup sebagai muatan lokal wajib. Namun, implementasinya dinilai kurang maksimal akibat terhambat persoalan materi dan guru. Ini dikarenakan belum adanya sinergi kebijakan pusat.
"Kami lihat, jadi kesulitan juga ini. Sudah diwajibkan, tetapi materinya tidak ada. Gurunya juga. Padahal, di daerah (Jabar), ini (kurikulum pendidikan LH) telah disusun. Hal inilah yang tengah kami bicarakan dengan Depdiknas," tutur Deputi Menneg LH RI Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman, Rabu (4/3) di Kampus Institut Teknologi Bandung.
Kementerian Negara LH dan Depdiknas RI, ungkapnya, saat ini tengah membahas mengenai kurikulum pendidikan LH ini. Pihaknya berharap, pendidikan LH ini bisa menjadi kurikulum wajib di seluruh jenjang pendidikan mulai sekolah dasar hingga menengah atas. "Jadi, nantinya akan ada panduan yang sifatnya nasional supaya seluruh sekolah dan guru bisa menerjemahkannya secara baik," ungkapnya.
Pentingnya pendidikan LH sejak dini ini berkaca dari Amerika Serikat. Negara ini sejak sembilan tahun lalu telah menjalankan kurikulum khusus pendidikan LH mulai dari tingkat sekolah dasar. Tanpa dukungan dari pemerintah pusat, sulit pendidikan ini dapat berkembang maksimal. "Pagi ini, KLH dan Depdiknas mengadakan pertemuan lanjutan di tingkat eselon satu untuk menerjemahkan hal ini," ucapnya.
Dalam kesempatan sama, Menteri Negara LH Rachmat Witoelar mengatakan, pendidikan LH idealnya memang dimasukkan dalam kurikulum formal. Bagaimanapun, persoalan LH itu kan keberadaannya akan menahun pada seseorang. Dengan adanya ini, kita berharap jadi punya ahli-ahli LH seperti di luar negeri. "Selama ini, mereka belajar di luar negeri, padahal persoalannya kan berbeda dengan di tempat kita," ungkapnya.
Pembicaraan dengan Depdiknas agar menjadikan pendidikan LH itu sebagai mata pelajaran wajib terus dilakukan. "Kami sudah ada MoU (nota kesepahaman) tentang ini. Sekarang masih dalam tahap awal," ucapnya. Menurutnya, pendidikan LH secara praktis yang selama ini muncul di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tidak kalah penting. Justru, KLH terus merangsang kemunculannya dengan pemberian penghargaan-penghargaan.
