Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:31 WIB
Pemeriksaan Anggota DPRD Sumut Terganjal Izin Mendagri
| Kamis, 26 Februari 2009 | 19:58 WIB
|
Share:

WASPADA ONLINE/HANDAYA WIRA YUGA
Insiden inilah yang menjadi penyebab digantinya Irjen Pil Nanan Sukarna sebagai Kapolda Sumut.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS — Meskipun telah menetapkan 67 tersangka, penyidik Poltabes Medan yang di-back up Polda Sumut masih terus mengembangkan penyelidikan kasus unjuk rasa maut yang berujung tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Azis Angkat. Arah bidikan kini mengarah kepada 15 anggota Dewan yang diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa maut itu.

Sayangnya, sampai saat ini aparat Poltabes Medan maupun Polda Sumut belum bisa melakukan pemeriksaan kepada anggota DPRD Sumut karena belum ada izin dari Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto. Surat izin melakukan pemeriksaan telah dikirim penyidik Polda Sumut kepada Mendagri melalui Mabes Polri.

"Kita masih menunggu surat izin dari Menteri Dalam Negeri untuk melakukan pemeriksaan anggota Dewan Sumut. Surat izinnya baru dikirim. Kita tunggu saja," ungkap Kabareskrim Markas Besar Polri Komjen Susno Duadji kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).

Susno memastikan begitu surat izin pemeriksaan anggota DPRD turun, penyidik kepolisian akan memintai keterangan anggota Dewan Sumut satu per satu. Jika hasil pemeriksaan penyidik ada bukti kuat keterlibatan oknum anggota DPRD bukan tidak mungkin oknum anggota DPRD Sumut ditahan.

Penangkapan pelaku yang terlibat dalam unjuk rasa anarkis di Medan ini mendapatkan dukungan puluhan orang yang tergabung di dalam Solidaritas Rakyat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Sorkam) yang mendatangi Mabes Polri. Mereka mendesak pengusutan yang dilakukan tidak pandang bulu dan jangan sampai ditekan elite tertentu.

"Saat ini seolah-olah Polri mendapatkan tekanan dari elite. Untuk itu kita minta polisi berdiri di tengah dan mengerti akar masalah. Polisi harus menyampaikan hasil visum sehingga bisa mengetahui penyebab pasti meninggalnya Abdul Azis dan elite politik jangan memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan politik 2009," ungkap Koordinator Sorkam Hendrik Sirait.

Abdul Azis Angkat meninggal dunia saat ribuan orang yang mendukung pembentukan Provinsi Tapanuli masuk ke gedung DPRD Sumut, Senin (3/2). Mereka memukuli korban. Awalnya, polisi menyatakan korban tewas karena serangan jantung tetapi belakangan ada indikasi kuat Abdul Azis menjadi korban pembunuhan berencana. (Persda Network/esy)

Sumber :
Persda Network