Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:31 WIB
Bertambah, Korban Tewas KA Vs Bus
Runik Sri Astuti | Kamis, 26 Februari 2009 | 12:21 WIB
|
Share:

KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI
Polisi mengevakuasi korban tabrakan antara bus Harapan Jaya jurusan Surabaya-Tulungagung dan KA Rapih Dhoho dari Kediri menuju ke Malang di perlintasan kereta berpalang pintu di Jalan Brigjen Katamso, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (23/2).

TERKAIT:

KEDIRI, KAMIS — Sesosok mayat laki-laki, Kamis (26/2), ditemukan di reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat tabrakan antara bus Harapan Jaya dan kereta api Rapih Dhoho empat hari lalu. Korban diduga penumpang kereta api yang terpental saat terjadi benturan keras.

Dengan ditemukannya satu korban tewas, total korban tewas pada saat kecelakaan menjadi delapan orang. Dari delapan orang itu, tujuh orang di antaranya penumpang bus antarkota dalam provinsi jurusan Surabaya-Trenggalek.

Berdasarkan kartu tanda penduduk yang ditemukan di dalam dompet, korban tewas terakhir ini bernama Katemo (53), warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Jenazah korban langsung dievakuasi oleh polisi dari Polresta Kediri dan dibawa ke RS Bhayangkara.

Lembo Wicaksono, warga setempat, mengatakan, mayat Katemo ditemukan saat warga bergotong-royong membersihkan reruntuhan rumah. "Pertama kali kami melihat kepala saat menyingkirkan batu bata yang berserakan. Setelah dibongkar, ternyata ada sesosok mayat," ujarnya.

Kondisi mayat saat ditemukan sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Menurut warga, bau busuk mayat tercium sejak Rabu malam saat mereka mengadakan acara tahlilan untuk mendoakan korban meninggal.