Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:30 WIB
PM Thailand: Pemberitaan Rohingya Berlebihan
Hindra | Sabtu, 21 Februari 2009 | 16:46 WIB
|
Share:

KOMPAS/KHAERUDIN
Empat orang pengungsi Rohingya asal Myanmar yang diselamatkan nelayan Aceh Timur beristirahat di RSUD Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa (3/2). Mereka bagian dari 198 pengungsi Rohingya yang terombang- ambing di laut lepas tanpa bekal makanan dan minuman yang cukup selama 21 hari.

TERKAIT:

JAKARTA, SABTU - Pemberitaan media internasional mengenai tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Thailand terhadap kaum pengungsi suku Rohingya dari Myanmar berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Demikian disampaikan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, Sabtu (21/2) di Sekretariat ASEAN, Jakarta.

"Kami menindaklanjuti berita (kekerasan terhadap Rohingya) tersebut, dan meminta beberapa lembaga pemerintah untuk mengecek fakta laporan tersebut, dan ternyata tidak sesuai," ujar PM Vejjajiva.

Vejjajiva menduga, beberapa orang melaporkan hal yang tidak benar tersebut kepada media internasional. Karenanya, PM Vejjajiva meminta media internasional yang memiliki bukti adanya tindak kekerasan segera melaporkannya kepada Komisi Hak Asasi Manusia, sebuah lembaga HAM independen di Thailand.

Lebih lanjut, PM Vejjajiva mengatakan bahwa kasus pengungsi Rohingya bukan tanggung jawab pemerintah Thailand, melainkan tanggung jawab negara-negara di kawasan, termasuk negara asal, negara tujuan, dan negara persinggahan. "Saat ini kami sedang menggalang kerja sama regional. Kami meminta masukan atau solusi terhadap fenomena ini," ujarnya.