Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 07:15 WIB
Pemilu Kian Dekat, Caleg-caleg Serbu Paranormal
| Kamis, 19 Februari 2009 | 10:27 WIB
|
Share:

TPG Images
ilustrasi

SURABAYA, KAMIS — Kepercayaan terhadap hal-hal yang bersifat supranatural ternyata bukan monopoli orang-orang yang mencari pengobatan ke dukun cilik ajaib` Ponari asal Jombang.

Warga yang secara umum dianggap sebagai kelompok berpendidikan dan rasional seperti para calon anggota legislatif (caleg), ternyata beberapa dari mereka juga tertarik pada dunia supranatural dan perdukunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Surya, mendekati pemilu pada 9 April nanti, kini mulai marak para caleg mendatangi `orang pintar`. Tujuan mereka adalah untuk memuluskan jalan menjadi anggota legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat (DPR RI).

“Saya tak setuju kalau disebut mendatangi dukun. Lebih tepatnya adalah mendatangi `orang pintar` atau `orang tua`,” kata seorang caleg DPRD Jatim dari Dapil Madura kepada Surya, Rabu (18/2).

Menurut caleg itu, dengan persaingan merebut kursi anggota Dewan yang kian ketat setelah dihapuskannya sistem nomor urut, para caleg kini memang dituntut berupaya lebih keras jika ingin terpilih. Upaya itu tak hanya bersifat lahir seperti menebar baliho caleg atau dengan beriklan di media massa, namun juga upaya yang bersifat batin atau supranatural.

Sebagai bagian dari upaya batin itu, caleg tersebut kini sudah berbekal sebuah jimat yang diberikan gurunya. “Bentuknya berupa rajah. Tapi, saya juga melakukan amalan-amalan lain yang tak terhitung jumlahnya,” kata caleg yang memercayai pengobatan Ponari itu.

Kertas rajah tersebut dibawa caleg itu ke manapun dia berkampanye dengan harapan setiap orang akan terpana dan melihat dirinya seperti orang yang paling mengesankan. Sebelumnya, seperti diberitakan Surya, Senin (16/2) lalu, ada juga caleg lokal yang mendatangi Ahmad Ihsanuji alias Cak Mad (warga Desa Kebondalem, Kecamata Bangorejo, Banyuwangi) guna meminta bantuan `batu petir` milik Cak Mad, yang disebut-sebut punya keajaiban seperti batu petir milik Ponari.

Batu petir Cak Mad itu dicelupkan ke dalam air, kemudian airnya diminum oleh caleg itu. Meski demikian, Cak Mad selalu mengingatkan kliennya agar tidak syirik, dan bahwa kesembuhan atau terkabulnya permintaan mereka (termasuk menjadi anggota legislatif nanti) adalah karena semata kehendak Tuhan.

Sementara itu, seorang caleg lain asal Surabaya yang diwawancarai Surya juga mengakui bahwa ada rekannya yang mendatangi `orang pintar` agar perjuangannya menjadi anggota dewan berhasil. Bahkan, ia memberitahu, hubungan dengan ‘orang pintar’ itu ternyata tidak sekadar urusan pribadi antara sang caleg dengan si `orang pintar`.

Tetapi kini ada juga orang lain atau pihak ketiga yang memanfaatkan momen musim kampanye caleg ini sebagai ajang bisnis anyar.

“Ada paranormal yang memakai perantara. Namun bayar makelarnya justru lebih mahal daripada mbayar ke dukunnya langsung,” kata seorang caleg untuk DPRD Surabaya dari salah-satu partai tiga besar dalam pemilu 2004 lalu.
Kata caleg itu, hampir setiap minggu datang orang yang berbeda menawari dirinya agar bertemu paranormal yang ditawarkan.

Ada pula yang berinisiatif mengantarkan dia ke rumah paranormal itu –yang kebanyakan berada di luar kota. Namun tidak sedikit si makelar paranormal yang datang ke si caleg tersebut sekalian dengan paranormalnya.

“Ada yang minta saya membelanjakan uang sebanyak hitungan weton saya, dan menyuruh berpuasa selama beberapa hari sesuai angka usia saya,” kata caleg, yang berkilah dirinya masih pikir-pikir panjang terhadap tawaran seperti itu.

Ki Joko Bodo, salah satu paranormal kondang di Indonesia, mengatakan bahwa sejak bulan Desember 2008 lalu, banyak kliennya yang berasal dari kalangan caleg yang hendak bertarung pada pemilu nanti.

“Banyak sekali kalau caleg, sejak Desember hampir rata-rata klien saya adalah caleg,” ujar Joko saat dihubungi melalui ponselnya semalam.

Ki Joko mengatakan, para caleg meminta agar mereka sukses di daerah pemilihannya masing-masing, baik sebagai anggota DPR RI maupun anggota DPRD.

Dikatakan Joko, para caleg menjalani sejumlah ritual dan jampi-jampi yang disarankannya agar bisa sukses dalam pemilu. Selain itu, ada juga yang dia beri jimat. Setiap caleg biasanya harus melakukan ritual atau datang kepada Ki Joko sebanyak dua hingga tiga kali sebelum pemilu berlangsung.

Para caleg tersebut, lanjutnya, berasal dari berbagai partai, baik partai besar, partai baru, maupun partai gurem. “Memang banyak dari partai gurem, tapi dari partai besar juga ada,” ucap Ki Joko.

Secara garis besar, permohonan para caleg itu antara lain meminta diberi "bekal" agar kesehatan mereka prima selama periode panjang kampanye, juga agar kampanye lancar dan konsisten tampil mengesankan di depan massa kampanye, serta namanya dicontreng oleh pemilih saat pemilu. uca

Sumber :
Surya