Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:29 WIB
Insiden Anarkis di Medan Tak Pengaruhi Kondisi Keamanan
Khaerudin | Jumat, 13 Februari 2009 | 19:42 WIB
|
Share:

MEDAN, JUMAT — Demonstrasi anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli yang berujung pada kematian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Abdul Azis Angkat pada 3 Februari lalu, tak memengaruhi kondisi keamanan menjelang pemilihan umum. Insiden tersebut dinilai tak bakal mengganggu situasi menjelang pemilihan umum.

Dalam pertemuan antara Sekretaris Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Letnan Jenderal TNI Romulo R Simbolon dengan jajaran musyawarah pimpinan daerah (muspida) Sumut antara lain Gubernur Syamsul Arifin dan Kapolda Inspektur Jenderal Nanan Soekarna di Medan, Jumat (13/2), insiden 3 Februari diharapkan tak memengaruhi kondisi keamanan menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden di Sumut. Romulo mengungkapkan, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan memang ingin melihat persiapan pengamanan menjelang pemilu di Sumut.

"Tidak ada yang khusus. Kami hanya melihat persiapan dan kondisi keamanan menjelang pemilu di Sumut. Kapolda Sumut sudah memaparkan semua kondisinya dan saya rasa cukup bagus," ujar Romulo.

Saat ditanya mengenai, apakah insiden 3 Februari lalu memengaruhi kondisi keamanan di Sumut, terutama menjelang pemilu, Romulo mengatakan, pertemuan tersebut tidak membahas sampai sejauh itu. Dia mengungkapkan, insiden tersebut tak menjadi catatan khusus untuk pengamanan pemilu.

Namun, Syamsul menyatakan demonstrasi anarkis di DPRD Sumut tetap menjadi bentuk pembelajaran bagi aparat keamanan, khususnya polisi. "Kapolda sudah mengatakan, insiden ini menjadi pembelajaran bagi kita semua," ujarnya.

Menurut Syamsul, polisi selama ini diminta untuk bertindak sopan santun dalam menghadapi masyarakat, tetapi justru masyarakat yang kurang berbuat sopan santun. Demonstrasi pembentukan Provinsi Tapanuli menjadi bukti masyarakat bertindak sangat anarkis tanpa mengindahkan lagi kaidah sopan santun di jalan.

"Makanya tadi Kapolda juga mengungkapkan, masyarakat juga mestinya bertindak sopan santun, jangan hanya polisi yang dituntut berbuat sopan, tetapi masyarakat malah sebaliknya," katanya.

Dia mengungkapkan, sekali pun kedatangan Sesmenko Polhukam ke Sumut mengecek secara langsung kondisi keamanan menjelang pemilu, tak banyak hal-hal prinsip yang dibahas dalam pertemuan. "Tidak ada hal yang krusial dalam pembahasan situasi keamanan Sumut menjelang pemilu," ujarnya.