JAKARTA, RABU — Baru saja selesai kasus demo, kini PKS dibuat malu oleh kadernya sendiri di Provinsi Jambi. Salah satu kadernya, Zaul Hamli Alhamidi, tertangkap basah di sebuah panti pijat. Akibatnya, ia kini resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi.
"Yang bersangkutan sudah diinvestigasi melalui dewan pimpinan wilayah di sana, dan kini sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD dari PKS Provinsi Jambi. Namun, dia tidak bisa kami coret sebagai caleg PKS, hanya kami larang untuk ikut kampanye. Kami tidak bisa mencoretnya karena sudah tidak bisa lagi sekarang ini," kata Humas DPP PKS, Ahmad Mabruri, saat dihubungi Persda Network, Rabu (4/2).
Mabruri membenarkan bila Zaul Hamli Alhamidi tertangkap di salah satu panti pijat di Provinsi Jambi. Tertangkapnya salah satu kader PKS ini saat dilakukan razia oleh aparat kepolisian setempat. Namun, pihaknya membantah kalau yang bersangkutan melakukan tindakan asusila.
"Panti pijat itu, aku Mabruri, legal dan bukan panti pijat terselubung atau mesum. Akan tetapi, sebagai partai dakwah, tidak seharusnya yang bersangkutan berada di tempat seperti itu. Panti pijat itu resmi bukan panti pijat mesum, pekerjanya memakai seragam juga. Namun yang jelas, pengunduran diri secara resmi itu adalah bagian dari sanksi dari kami," kata Mabruri.
Zul Hamli Alhamidi sempat shock karena pemberitaan dirinya beredar luas di media massa dan diberitakan secara headline oleh koran setempat.
