Laporan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat
MEDAN, SELASA — Kapolda Sumatera Utara Irjen Nanan Soekarna mengatakan, pihaknya tidak mau berspekulasi mengenai penyebab kematian Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat. Otopsi terhadap jenazah Aziz dilakukan untuk memastikan hal tersebut.
Hal tersebut dikatakan Nanan Soekarna menanggapi temuan dokter yang memeriksa jenazah Aziz. Hasil analisis tim dokter RS Pirngadi menunjukkan indikasi bahwa Aziz Angkat meninggal karena serangan jantung.
Namun, menurut Nanan Soekarna, fakta bahwa Aziz Angkat dikepung dan diserang massa sebelum meninggal, sudah cukup bagi polisi untuk melakukan penyelidikan. Otopsi diharapkan juga dapat mengungkap lebih lanjut kemungkinan penyebab lain meninggalnya Aziz Angkat.
Aziz Angkat diserang massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli saat menghentikan sidang paripurna DPRD Sumut siang tadi. Tubuhnya lemas dan langsung dibawa ke ruangan Fraksi Golkar DPRD Sumut saat massa merangsek masuk ruang sidang.
Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Gleni Internasional dan dipastikan telah meninggal dunia. Jenazahnya juga sudah dibawa ke rumah duka sebelum polisi meminta untuk dilakukan otopsi dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah Pirngadi.
Sampai saat, ini hasil otopsi masih belum diketahui. Sementara itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah demonstran pendukung Provinsi Tapanuli yang diduga terlibat pemukulan.
