MADIUN, SELASA — Banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan sejak Sabtu (31/1) mengakibatkan kerugian sedikitnya Rp 1,9 miliar. Sementara hari ini banjir di sejumlah desa di Madiun, Magetan, dan Ngawi sudah surut.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Madiun, Selasa (3/2), total kerugian akibat banjir ditaksir sedikitnya Rp 1 miliar, di antaranya akibat banjir Rp 831 juta dan longsor Rp 201 juta.
Banjir merendam sebanyak 3.548 rumah, 4.505 hektar sawah, merusakkan infrastruktur jalan sekitar 7,4 kilometer, di Kecamatan Balerejo, Madiun, Dagangan, dan Wungu. Sementara longsor membuat satu rumah rusak berat dan 15 lainnya rusak ringan di tiga desa di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Di Kartoharjo, Kabupaten Magetan, berdasarkan pendataan pihak kecamatan, kerugian akibat banjir di lima desa di Kartoharjo mencapai Rp 940 juta. Kerugian ditaksir dari rusaknya 16,8 kilometer jalan, 60 meter saluran irigasi, 156 hektar sawah, dan sekitar 1.000 ekor ikan nila di kolam ikan yang hanyut terbawa banjir.
Banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Magetan, Ngawi, dan Madiun sudah surut hari ini. Warga pun mulai membersihkan rumah, jalan, dan sekolah dari lumpur yang terbawa oleh banjir. Meskipun sudah surut, warga masih khawatir banjir akan terjadi lagi.
