JAKARTA, SELASA — Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Burhanudin Napitupulu menyesalkan kejadian pemukulan Ketua DPRD Sumatera Utara oleh demonstran saat sidang paripurna tengah berlangsung.
"Masalahnya memprihatinkan, masyarakat yang menyampaikan pendapat dengan emosional. Ini suatu brutalisme yang mengatasnamakan demokrasi. Kenapa justru korbannya orang yang memikirkan Provinsi Tapanuli," kata Burhanudin, di Jakarta, Selasa (3/2).
Burhanudin memaparkan kejadian berlangsung saat sidang paripurna tengah berjalan. Saat itu, demonstran yang menuntut pemekaran Tapanuli masuk ke ruang sidang dan mengejar Ketua DPRD.
"Sidang berlangsung terbuka dan bebas siapa saja bisa masuk. Demonstran dengan brutal mengejar Ketua DPRD," ujarnya.
Karena merasa dikejar, Ketua DPRD lari masuk ke ruangan Fraksi Partai Golkar. Ketika hendak dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, massa masih mengejar dengan mobil dan menghalangi jalan. Akibatnya, jalan menjadi terhambat.
"Saya juga menyesalkan dari pihak kepolisian. Mereka sudah tahu ada demonstran, tapi pengamanan kurang," tuturnya. Burhanudin mengatakan, Partai Golkar akan mengadakan rapat untuk melakukan langkah lebih lanjut.
