Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:22 WIB
2008, Bisnis Perkapalan Tetap Bertahan
Aloysius Budi Kurniawan | Jumat, 16 Januari 2009 | 19:57 WIB
|
Share:

 

SURABAYA, JUMAT - Krisis keuangan global di akhir tahun 2008 berimbas pada sulitnya pengucuran kredit perbankan sehingga dunia usaha harus mampu membiayai sendiri operasional perusahaan. Meskipun kondusi ekonomi kurang kondusif, namun bisnis reparasi kapal dan pembuatan kapal tetap mampu bertahan .

Permintaan kapal baru baik dari luar negeri maupun dalam negeri terdukung dari penerapan azas cabotage yang ditetapkan dalam Inpres Nomor 5 tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional. Melalui ketentuan tersebut, produk industri perkapalan dalam negeri dapat teroptimalisasi.

Selama tahun 2008, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (PT DPS) memperoleh pendapatan sebesar Rp 266 miliar. Dari pendapatan tersebut, kontribusi terbesar berasal dari jasa reparasi yaitu Rp 146 miliar atau 57 persen dan pembuatan kapal Rp 120 miliar atau 43 persen.

Direktur Utama PT DPS Muhammad Firmansyah Arifin mengungkapkan, secara nominal pendapatan PT DPS tak melampaui target yaitu 96 persen. Namun, secara riil nilai pendapatan tersebut naik sekitar 47 persen dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 182 miliar.   

"Meski target pendapatan tak tercapai, tetapi target laba 2008 sebesar Rp 8,6 miliar atau meningkat 110 persen dari laba tahun 2007 sebesar Rp 1,4 miliar," kata Firmansyah, Jumat (16/1) di sela Rapat Umum Pemegang Saham tiga Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT DPS, PT INKA, dan PT Barata di Surabaya.

Pesanan kapal

Pada tahun 2008, PT DPS mendapatkan pesanan pembuatan dua unit kapal tanker baru dari Prestige Marine Services Singapura dan dua tanker pesanan PT Pertamina. Selain itu, pemerintah Singapura juga mulai menggandeng PT DPS untuk membuat kapal induk pengangkut mesin pengeboran lepas pantai remotely operated vehicle yang bernilai investasi sekitar 67 juta dollar Amerika Serikat atau senilai Rp 500 miliar.

"Saat ini proses tender sedang berlangsung. Diharapkan segera terealisasi tahun ini," ucapnya.

Komisaris Utama PT DPS Asjhar Imron menambahkan, tahun 2009 ini PT DPS akan menitikberatkan pada produksi kapal baru dibandingkan jasa reparasi kapal.

"Target akan kami balik, tahun ini target pembuatan kapal baru sebesar 57 persen sedangkan 43 persen lainnya berupa reparasi kapal," ucap Asjhar.

Untuk meningkatkan kemampuan produksi, PT DPS memperluas instalasi galangan kapal di daerah Pantai Berondong, Lamongan. Pembangunan galangan tersebut telah terealisasi 4,5 hektar dari rencana luas total galangan 20 hektar.

Asjhar menambahkan, PT DPS juga menjalin kerjasama dengan The Royal Institution of Naval Architects (RINA) yang berpusat di London, Inggris. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan PT DPS memasarkan produk-produknya keberbagai negara.