Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Regional

Krisis, Kebun Karet di Sumsel Dijual Murah

Kamis, 8 Januari 2009 | 18:48 WIB

BANYUASIN, KAMIS — Sejumlah petani karet rakyat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai menjual kebun karet kepada masyarakat dan pemodal karena terkena dampak krisis berkepanjangan. Kebun karet ini dijual dengan harga cukup murah berkisar Rp 30-Rp 60 juta per bidang karena terdesak kebutuhan hidup dan untuk modal berwirausaha.

Pantauan Kompas, Kamis (8/1), petani karet rakyat di Desa Sukajadi, Air Batu, Sembawa, dan Pangkalan Balai, masih berhenti menyadap getah karet. Sebagian petani memanfaatkan lahan kosong di kebunnya dengan menanam jagung, ketela pohon, dan padi.

Di beberapa titik perkebunan juga mulai terlihat papan pengumuman penjualan kebun karet. Harga jualnya bervariasi, untuk lahan karet yang siap panen harga Rp 50-Rp 60 juta per bidang. Sedangkan lahan yang masih ditanami bibit 1-3 tahun hanya dijual Rp 30 juta per bidang.

Menurut Wantjik (45), petani karet dari Desa Sukajadi, dia berniat menjual kebun karet miliknya seluas dua bidang atau empat hektar. Di kalangan petani, sebidang lahan karet luasnya sama dengan dua hektar.

Dua pekan memasang pengumuman, sudah ada empat penawar. Peminat cukup banyak karena dua bidang lahan yang sudah siap panen ini dijual murah Rp 60 juta. "Biasanya, harga bisa Rp 80 juta," katanya.

Pertimbangan Wantjik menjual murah karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sebagian hasil penjualan akan digunakan untuk modal berdagang. Sejak harga karet anjlok, penghasilannya menurun tajam sehingga dia kesulitan memenuhi kebutuhan hidup seorang istri dan tiga anak yang masih sekolah.

Petani lainnya asal Desa Sembawa, Nurwandi (38), juga berniat menjual kebun karet seluas dua hektar (sebidang) seharga Rp 30 juta. Dalam kondisi harga tinggi, harga jual sebidang kebun yang belum siap panen bisa mencapai Rp 45 juta. "Baru ada seorang penawar namun belum saya lepas karena harga tidak sepakat. Kebun saya jual karena butuh uang secara cepat," katanya.


Editor :