CILACAP, SELASA — Panen raya padi bulan Februari-Maret 2009 di Cilacap diperkirakan hasilnya tak sesuai harapan. Hal ini karena keterlambatan pemupukan akibat terlambatnya stok pupuk tambahan pada akhir Desember 2008 lalu.
Ketua Serikat Tani Merdeka Cilacap, Sugeng, Selasa (6/1), mengatakan, hampir semua lahan padi di Cilacap mengalami keterlambatan pemupukan. Seharusnya, petani sudah harus memupuk pada minggu pertama dan kedua bulan Desember, tetapi karena kelangkaan pupuk yang terjadi di daerah itu membuat petani baru dapat memupuk pada akhir Desember.
"Waktu itu, stok pupuk baru tiba ke petani pada akhir Desember sehingga sudah lewat masa pemupukan yang seharusnya," kata dia.
Akibat keterlambatan itu, kualitas tanaman padi menjadi kurang. Batang padi tak dapat tumbuh lebih subur sehingga kurang menghasilkan bulir padi secara maksimal. Pemupukan padi dilakukan seminggu setelah masa persemaian usai. Masa persemaian selama 25 hari.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Cilacap Gunawan mengatakan, pada bulan Desember lalu Cilacap sempat mengalami kekurangan pupuk urea bersubsidi. Stok untuk bulan tersebut sebanyak 2.700 ton, sedangkan kebutuhan pupuk pada masa puncak pemupukan hampir mencapai 8.000 ton. Pada akhir Desember, Cilacap sempat mendapat tambahan stok sebanyak 600 ton sehingga menjadi 3.300 ton.
