JAKARTA, JUMAT - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku lelah dengan panjangnya proses Pilkada Jawa Timur yang harus dilalui bersama pasangannya, Soekarwo.
Histeria karena dinyatakan menang oleh KPUD Jatim dalam pilkada putaran kedua harus berakhir untuk sementara waktu. Kompetitornya, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono mengajukan permohonan sengketa ke MK. Hasilnya, MK memerintahkan pelaksanaan pemungutan suara ulang di Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Pilkada Jatim pun harus dilakoni dalam "tiga putaran".
Secara terbuka, ia mengaku getir menerima putusan tersebut. "Ada dua hal yang tidak saya bayangkan. Pertama, bersaing dengan Khofifah, dan kedua masuk ke putaran ketiga. Tapi harus diterima meskipun melelahkan. Yang lelah bukan hanya calonnya, tapi juga parpol pendukungnya dan mungkin masyarakat," kata pria yang biasa disapa Gus Ipul ini, saat hadir dalam diskusi di Gedung DPR, Jumat (5/12).
Meski lelah, Gus Ipul menyatakan ia dan Soekarwo berkomitmen untuk mengikuti semua proses yang harus dilalui.
Mengenai tudingan kecurangan yang dilayangkan ke timnya, Gus Ipul berpendapat, semua pihak mempunyai peluang untuk melakukan hal tersebut. Namun, terkadang ada hal-hal yang menurutnya justru tidak diketahui oleh pasangan calon yang bertarung.
"Ada peta-peta lokal yang kadang jauh dengan urusan kandidat. Ada soal-soal lokal yang tidak kami ketahui. Ya saya hanya berharap ini (Pilkada Jatim) bisa menjadi contoh proses demokrasi dan Madura bisa memberikan contoh yang baik bagi demokrasi kita," ujarnya.
Terkait pelaksanaan pemungutan suara ulang di dua kabupaten, pengamat politik dari CSIS J Kristiadi mengingatkan KPU agar merancang antisipasi agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan di provinsi berpenduduk lebih dari 30 juta jiwa itu.
