Selasa, 23 September 2014

News / Internasional

Presiden Optimistis Hubungan Indonesia-AS Membaik

Sabtu, 15 November 2008 | 10:01 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini hubungan kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin baik setelah Barack Obama terpilih sebagai Presiden AS ke-44.

"Saya melihat ke depan dengan pemerintahan Obama, hubungan bilateral kita akan menguat," kata Presiden Yudhoyono saat menyampaikan pidato di depan sekitar 200 anggota US-Indonesia Society (USINDO) di Washington, Jumat siang (14/11) atau Sabtu dini hari WIB.

Kemenangan Barack Obama, menurut Yudhoyono membuat hubungan Indonesia-Amerika Serikat semakin lebih baik dan lebih akrab, hal ini terkait pula dengan pengalaman Obama yang pernah tinggal, bersekolah dan menikmati makanan Indonesia.

Selama delapan tahun terakhir, pemerintahan Presiden Bush, lanjut Yudhoyono telah memberikan dorongan bagi kemajuan hubungan kedua negara, antara lain dengan menghapus embargo senjata bagi Indonesia, pemberian bantuan pendidikan 157 juta dolar AS untuk lima tahun, dan peningkatan nilai perdagangan yang mencapai 18,5 miliar dolar AS tahun 2007.

"Serta investasi langsung ke Indonesia senilai 10,6 miliar dolar AS hingga 2006. Bayangkan berapa banyak pengusaha, pekerja dan keluarganya yang terlibat dalam hal itu," katanya.

Ditegaskan Presiden, hubungan AS dengan Indonesia terlalu mahal jika hanya dikendalikan dengan emosional, sebab Indonesia tidak dalam usaha mengurusi emosi dan sikap-sikap klise, tetapi melakukan upaya meningkatkan daya tarik nasional yang mengharuskan Indonesia berdekatan dengan negara lain.

"Saya pikir Indonesia dan Amerika harus memulai untuk berpikir keras tentang hubungan kita pada abad 21. Kita memasuki era di mana hubungan kita akan lebih dikendalikan kebutuhan isu global," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga berharap dengan terpilihnya Obama cita-cita terbentuknya negara Palestina merdeka bisa terwujud. Presiden Yudhoyono juga mendukung kebijakan Presiden Obama yang membiarkan dua negara yakni Palestina dan Israel hidup berdampingan. "Itulah juga posisi Indonesia," ujar presiden.


Editor :
Sumber: