BALIKPAPAN, JUMAT - Warga di Balikpapan kini resah karena diduga "elpiji palsu" (tabung yang volumenya tidak sesuai dengan ukuran yang tertera) marak beredar di "Kota Minyak" itu, khususnya untuk tabung 12 Kg.
"Hal itu mungkin sekali terjadi (volume tidak sesuai dengan ukuran yang tertera) karena Depot Pertamina di Balikpapan untuk pengisian elpiji ke dalam tabung masih menggunakan timbangan sistem manual," kata Kepala Wira Penjualan LPG PT Pertamina (Persero) UPMs VI Kalimantan Agus Susyanto, di Balikpapan, Jumat.
Pertamina Balikpapan berjanji dalam waktu dekat akan menggunakan timbangan sistem digital untuk menghindari tidak sesuainya volume dengan ukuran tertera. "Alatnya sudah ada tapi belum dipasang. Melalui digitalisasi ini maka tingkat kesalahan sangat kecil, yakni 0,01 persen atau zero loose," ujar dia.
Namun, pihak Pertamina Balikpapan terlihat enggan ketika disampaikan bahwa warga menginginkan agar Wira Penjualan segera memeriksa volume elpiji di pasaran karena kasus itu sangat merugikan konsumen.
Pertamina Balikpapan berkilah untuk melakukan uji volume yang lagi-lagi dikaitkan dengan penggunaan alat ukur manual jadi tingkat kesalahan cukup tinggi. Sebelumnya, sejumlah warga di "Kota Minyak" itu menduga elpiji tabung 12 Kg banyak yang volumenya tidak sesuai ukuran tertera karena lebih cepat habis ketimbang elpiji beberapa bulan sebelumnya.
Bariah, salah seorang ibu rumah tangga di Balikpapan mengungkapkan keheranannya mengenai elpiji ukuran tabung 12 kg karena belum sebulan sudah habis isinya. "Padahal saya jarang masak, karena untuk masak air panas dan nasi, kami menggunakan pemasak listrik namun elpiji yang dibeli sekarang ini lebih cepat habis," kata Bariah. Padahal, kata dia menambahkan sebelumnya elpiji itu bisa bertahan antara dua sampai 2,5 bulan.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

