Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:15 WIB
Pertanian
Petani Memilih Tanam Kacang Tanah
| Selasa, 22 Juli 2008 | 15:07 WIB
|
Share:

Bantul, Kompas - Meski harga jual kedelai lebih tinggi, yakni sekitar Rp 7.000 per kilogram, tetapi petani di Desa Srihardono, Pundong, lebih memilih menanam kacang tanah. Pasalnya, dengan harga Rp 6.000 per kilogram untuk kondisi kulit kering, produktivitas kacang tanah lebih tinggi.

Waliyem, salah seorang petani di Dusun Sawahan, Desa Srihardono, Senin (21/7), mengatakan tradisi menanam kacang tanah sudah digeluti selama bertahun-tahun. "Selama ini harganya selalu stabil dan tidak pernah drop. Permintaan pasar juga cukup tinggi," katanya. Menanam kacang tanah juga tidak merepotkan karena sifat tanaman ini lebih tahan terhadap serangan hama.

Menurut Waliyem, produksi kacang tanah selama ini tidak pernah mengecewakan. Karenanya, petani tidak mau berspekulasi dengan mengganti kedelai. "Kalau memang kacang tanah tidak pernah membuat kami kecewa, mengapa harus mencoba kedelai," ujarnya.

Menguntungkan

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edy Suharyanto mengatakan bila dihitung analisis ekonominya, kacang tanah memang lebih menguntungkan. Selain lebih tahan hama, tanaman ini juga bisa dibudidayakan di lahan baru. Hal ini berbeda dengan kedelai yang harus ditanam di lahan lama. Bila di lahan baru masih harus dicampur dengan bakteri sehingga biaya produksinya lebih besar.

Edy menambahkan, pasar kacang tanah masih sangat tinggi. Tak hanya untuk industri makanan, tetapi juga dikonsumsi langsung sebagai makanan tradisional. "Banyak yang dijual langsung setelah direbus terlebih dahulu," katanya.

Musim tanam kacang tanah bagi sebagian ibu-ibu di Desa Srihardono juga menjadi berkah. Pasalnya, mereka menjadi buruh tanam dengan upah Rp 21.000 per hari. Tugasnya adalah melubangi tanah dengan tongkat dan memasukkan dua butir kacang tanah di setiap lubangnya.

"Dalam sehari, rombongan yang beranggotakan delapan orang bisa menyelesaikan lahan seluas 3.000 meter persegi. Kami bekerja mulai pukul 07.00 sampai 16.00," kata Atun, salah seorang buruh tanam kacang tanah. (ENY)