Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:14 WIB
4 Kecamatan Lebak Masih Endemis Kaki Gajah
| Sabtu, 5 Juli 2008 | 16:38 WIB
|
Share:

LEBAK, SABTU - Empat kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten masih dinyatakan daerah endemis penularan penyakit kaki gajah (filariasis).
     
Kepala Seksi Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Dinas Kesehatan, Kabupaten Lebak, dr Alwan Amirudin, Jumat, mengatakan, hingga saat ini penderita penyakit kaki gajah tercatat  17 orang dan diantaranya enam klinis dan 11 orang diambil sampel (contoh darah) untuk diteliti di Laboratorium Departemen Kesehatan (Depkes) Jakarta.

Bahkan, seorang penderita kaki gajah dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi dengan penyakit penyerta. Mereka penderita kaki gajah tersebar di empat kecamatan yakni Warunggunung, Maja, Cipanas dan Lebak Gedong.
     
"Keempat kecamatan itu merupakan daerah endemis penularan penyakit kaki gajah juga diduga menyebar lebih luas karena hingga kini belum dilakukan penelitian, "kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya tahun ini telah memberikan pengobatan massal di Kecamatan Warunggunung. Pengobatan ini salah satu upaya untuk mencegah penularan kaki gajah agar tidak meluas dan menyerang warga Kabupaten Lebak.
     
Ia menyebutkan, pengobatan massal itu dilakukan pada malam hari karena ditularkan melalui gigitan segala jenis nyamuk. Untuk mematikan virus cacing filarial itu, ujar Alwan, penderita bisa meminum obat Dethyl Carbamazine (DEC) secara berulang kali agar cacing  mati dan tidak menggeroti tubuh
     
Meskipun penyakit kaki gajah tidak mematikan, penderita sering menanggung beban sosial di lingkungan masyarakat. Menurut dia, kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi cacing filaria yang hidup di saluran dan kelenjar getah bening (limfa) yang menyebabkan gejala akut dan kronis.
     
Secara klinis, menurut dia, penyakit ini selain menimbulkan peradangan di kelenjar dan saluran getah bening, terutama pada daerah pangkal paha dan ketiak, namun bisa juga terjadi di bagian tubuh yang lain.
     
Menurut dia, penderita kaki gajah mengalami kecacatan tubuh seperti pada bagian tangan dan kaki hingga membengkak permanen.
     
"Jika terserang positif kaki gajah, korban sudah tidak bisa diobati kembali, "ujar Alwan Amirudin. Ia menambahkan,  saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terus melakukan penyuluhan soal pemberantasan sarang nyamuk juga kesehatan lingkungan di daerah endemis penyakit kaki gajah.

Sumber :