BENER MERIAH, JUMAT-Ketiadaan air bersih ternyata berhubungan erat dengan keputusan membuat jamban yang sehat di rumah. Paling tidak begitu yang terjadi di Desa Merie Satu, Kecamatan Wih Sepam, Kabupaten Bener Meriah, Nanggroe Aceh Darussalam. Begitu pipa sepanjang 1,9 kilometer mengalirkan air ke desa ini, dibangun dengan bantuan Unicef dan warga, spontan warga desa ini membangun jamban-jamban baru yang lebih sehat.
Unicef bersama rombongan wartawan datang ke desa ini, Rabu (7/5), didampingi mitra Unicef, Poject Concern International, untuk membangun saluran air ke tujuh desa di kabupaten ini. Geuchik (Kepala Desa) Merie Satu Baharuddin menjelaskan, bantuan Unicef ini sangat menyejarah bagi desanya dan desa-desa tetangga di wilayahnya.
Sudah sejak 1980-an, berbagai janji diterima warga desa dari pemerintah kabupaten dan tamu-tamu yang berkunjung dari dalam dan luar negeri. Pejabat pemkab juga yang menyatakan bahwa bantuan sarana air bersih untuk Merie Satu sudah dinyatakan oke. "Namun kenyataannya, baru kali ini saat dikerjakan oleh Unicef akhirnya bantuan air bersih ini terlaksana," katanya.
Bahkan, air bersih ini pula yang setiap kali jadi isu politik penting di desa penghasil kopi ini, misalnya saat berlangsung pemilihan kepala desa. Warga bahkan sudah membeli lahan lokasi sumber air di daerah pegunungan wilayah tengah NAD dengan ketinggian 17 meter dari tinggi desa ini.
Sejak akhir 1990-an, kepala desa sebelumnya sudah membeli lahan senila Rp 5 juta di lokasi sumber air. Kemudian warga juga sudah membeli lahan untuk memasang pipa di sepanjang bukit hingga. "Namun, warga tetap terkendala oleh besarnya biaya yang diperlukan untuk membeli pipa," kata Kepala Kantor PCI Kota Takengon, NAD. Bantuan Unicef untuk membeli seluruh pipa sepanjang sekitar 2 km senilai lebih dari Rp 200 juta. Warga sendiri yang kemudian bergotong royong menggali lahan untuk menanam pipa. Hingga pekan ini, air bersih dengan debit 2 meter kubik per detik itu mengalir.
Saat dikunjungi wartawan, warga menunjukkan setiap rumah tangga kini sudah spontan memutuskan menggali septic tank untuk melengkapi rumah dengan jamban leher angsa yang sehat, yang dipromosikan oleh PCI dan Unicef dalam proyek perubahan perilaku hidup bersih.(ODY)
