LABUAN BAJO, KAMIS-Bupati Manggarai Barat, Wilfridus Fidelis Pranda melalui Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi, Semana Matheus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, di Flores, Nusa Tenggara Timur tidak terlibat dalam kasus pemukulan terhadap wartawan harian Pos Kupang, Yacobus Lewanmeru (Obby).
Hal itu tertulis dalam press release yang dikirimkan oleh Kantor Informasi dan Komunikasi Kabupaten Manggarai Barat kepada sejumlah media cetak, maupun elektronik hari ini, Kamis (21/2). "Pemerintah Manggarai Barat dengan tegas menyampaikan bahwa kasus kekerasan yang dialami wartawan Pos Kupang, Obby sama sekali tak dibekingi atau disuruh apalagi didalangi oleh Pemkab Manggarai Barat," kata Semana Matheus, Kamis (21/2)..
Menurut Matheus, tudingan berbagai pihak itu merupakan upaya yang dengan sengaja menjantuhkan pemerintahan yang sah.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Obby mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh empat orang pada Minggu (17/2) dini hari, sekitar pukul 02.00 wita. Obby sendiri kini masih dirawat di Poliklinik Santo Yosef, Labuan Bajo, sementara keempat pelaku telah ditahan di Markas Kepolisian Manggarai Barat.
Sejumlah kalangan mencurigai, bahwa penganiayaan itu terkait pemberitaan Obby seputar proyek singkong di Manggarai Barat senilai Rp2,8 miliar yang diduga fiktif. Obby telah mengangkat kasus itu sejak awal Februari 2008. DPRD setempat terkait proyek singkong itu telah melaporkan Bupati Manggarai Barat, Wilfridus Fidelis Pranda ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara pihak kepolisian setempat dan kejaksaan juga sedang melakukan penyelidikkan atas kasus tersebut.(SEM)


