Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:12 WIB
Walikota Jaksel Malu Tempat Parkirnya Tak Aman
| Selasa, 19 Februari 2008 | 05:53 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/Ilustrasi
Mobil terjun bebas

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA-Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi merasa malu karena pagar besi pada areal parkir di kantornya tak kokoh. Sebuah sedan Toyota Altis terjun bebas di lahan parkir kantor wali kota, Senin (18/2).

Syahrul Effendi mengaku kecewa sekaligus malu karena kecelakaan mobil terjun di areal parkir terjadi di kantornya. Dia juga mengakui bahwa pagar besi bulat di areal parkir itu memang tidak memenuhi standar keamanan. "Oleh karena itu pagar pengaman itu akan segera diperbaiki," katanya di lokasi kejadian didampingi kepala humas, Chairul Zahidin, kemarin.

Mobil yang terjun di areal parkir Kantor Wali Kota Jakarta Selatan itu adalah sedan Toyota AltisB 2371 CB warna hitam. Sedan bertransmisi otomatis (matic) itu jatuh dari basement I setinggi satu lantai atau sekitar 3 meter. Mobil milik Alian Saputra, pejabat di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, tersebut juga menjebol pagar besi pada jalur penghubung antara kedua lantai basement.

Keterangan yang dihimpun Warta Kota menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.15 tersebut bermula ketika Sugandi alias Andi (42), juru parkir, selesai mencuci sedan Altis tersebut dan akan memindahkannya ke tempat yang kering. Andi mendapatkan kunci mobil dari Dedi, pengemudi Altis.

Begitu mesin dinyalakan, sedan Altis melesat mundur. Belakangan diketahui, Andi menghidupkan mesin dan meletakkan persneling dalam posisi R (Reverse), yakni posisi untuk mundur. Maka, mobil itu pun meluncur mundur dengan kecepatan tinggi. Andi terluka pada bibir karena terbentur setir.

Kecelakaan di kantor wali kota itu diselidiki Petugas Polrestro Jakarta Selatan dan Polsektro Kebayoran Baru. Kemarin sore, polisi membentangkan garis polisi agar tempat itu tidak dimasuki orang yang tidak berkepentingan sampai penyelidikan tuntas. Mobil Altis yang terjun mengalami kerusakan parah pada bagian bagasi.

Kepada wartawan, Andi mengatakan bahwa pengemudi mobil Altis, Dedi, minta dirinya mencuci sedan tersebut. Andi memang kerap mendapat order mencuci mobil yang diparkir di kantor wali kota. Setelah dicuci, mobil Altis itu hendak dipindahkan ke tempat yang kering namun justru naas yang terjadi.

Pagar besi di jalur antara basement I dan di bawahnya jebol sepanjang sekitar lima meter akibat diterjang Altis yang dikemudikan Andi. Menurut Wali Kota Syahrul Effendi pagar besi tersebut dibangun untuk mengamankan pejalan kaki dari dan ke basement.

Peristiwa di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan kemarin sore merupakan peristiwa kedua mobil jatuh di areal parkir sepanjang tahun ini. Peristiwa pertama terjadi pada 22 Januari lalu di Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menimpa sedan Honda Accord B 8722 FW. Pada kejadian itu, Heryawan, sopir Honda Accord, tewas.

Data pada Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI menunjukkan dari 800 gedung bertingkat di Jakarta, sebagian besar belum menerapkan standar keamanan terbaru pada areal parkirnya. (Warta Kota/Yoseph Suhirno)