Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 23:11 WIB
Obor Injil Diarak di Manokwari
| Senin, 4 Februari 2008 | 09:30 WIB
|
Share:

Laporan wartawan Kompas Ichwan Susanto

 

MANOKWARI, SENIN - Ribuan warga masyarakat Manokwari Papua Barat, Senin (4/2) subuh telah berjaga-jaga di pinggir jalan guna menyambut kedatangan obor pekabaran injil yang menandakan dimulainya pengabaran injil di Tanah Papua. Masyarakat di pinggir jalan-jalan yang dilalui arak-arakan itu mengibas-ibaskan obor dan menyalakan lilin di jalan. 

Kedatangan obor pekabaran injil ini dimulai dari Kabupaten Teluk Wondama yang dibawa menuju Distrik Ransiki Manokwari menggunakan speedboat. Obor ini dibawa berjalan kaki sepanjang sekitar 60 kilometer menuju Andai. Di tempat ini, obor diterima masyarakat suku Meah dan Amberbaken yang kemudian mengaraknya menuju Manokwari kota sepanjang 20 kilometer. 
Sekitar pukul 07.30, obor telah memasuki Manokwari yang disambut jemaat dari berbagai denominasi gereja. Tua, muda, dan anak-anak bercampur menjadi satu melambai-lambaikan tangan menyambut kedatangan pembawa obor beserta ratusan sepeda motor dan puluhan mobil pengiringnya. 

Hingga berita ini diturunkan, obor itu masih dibawa di Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua (GKI) Jemaat Elim di Kwawi Manokwari. Di sini telah hadir Bupati Manokwari Dominggus Mandacan yang akan meletakkan batu pertama pendirian gedung GKI Klasis Manokwari.  

Siang hingga sore nanti obor dibawa ke Pulau Mansinam yang ditempuh sekitar lima menit menggunakan perahu motor tempel atau biasa disebut taksi laut. Pulau Mansinam ini yang akan menjadi pusat perayaan pekabaran injil masuk di Tanah Papua. Perayaan berlangsung Selasa pagi, atau besok. Di pinggir pantai pulau seluas 392 hektar ini sejak beberapa hari lalu telah didirikan tenda-tenda swadaya masyarakat berbagai daerah di Tanah Papua. Mereka menginap untuk lebih menghayati terang Injil Kristus yang dibawa penginjil Ottow dan Geisler di Tanah Papua, 5 Februari 1855 lalu.