Laporan wartawan Pos Kupang, Okto Manehat
KALABAHI, POS KUPANG - Sekitar 1.000 pohon tanaman cendana di Kabupaten Alor yang dibudidayakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor dan kini berusia dua tahun diserang hama dan angin puting beliung. Serangan hama dan angin puting beliung menyebabkan tanaman cendana di kawasan hutan Omtel itu meranggas.
Pantauan Pos Kupang di kawasan hutan Omtel hari Jumat (25/1), dari puluhan ribu tanaman cendana yang dikembangkan di kawasan hutan yang menjadi lokasi pencanangan program Indonesia Menanam oleh Menhut RI, MS Kaban, pada Desember 2006 lalu, sekitar 1.000 tanaman cendana meranggas akibat serangan hama dan angin puting beliung belum lama ini. Kondisi tanaman daunnya berguguran dan hanya tinggal batang dan ranting tanaman saja dalam keadaan kering.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Alor, Drs RJS Huan yang dikonfirmasi Pos Kupang, Jumat (25/1) dilokasi tersebut menjelaskan, serangan hama yang menimpa 1.000 tanaman cendana ini terjadi sekitar akhir tahun 2007. Hama berupa kumbang kecil dan keong menyerang tanaman cendana ini.
Menurut Huan, penanganan hama secara kimiawi hingga kini belum dilakukan karena Dinas Kehutanan dan Perkebunan Alor kesulitan untuk mengidentifikasi jenis hama penyerangan tanaman cendana tersebut. Huan akan segera melaporkan kasus ini kepada Balai Benih Kehutanan NTT di Kupang agar turun ke lapangan dan mengambil sampel.


